Bahasa “Uwa Unang” – Bahasa Unik berlogat Jampang

  • Whatsapp
Bahasa Uwa Unang
Bahasa Uwa Unang

“Q: Di una manang uka bunung uba aning?

 A: di uhar lunung uja menang ura gunung”…

Bacaan Lainnya

 

uwa-uwa, pernah mendengar percakapan seperti di atas? ya, bahasa Uwa Unang. Sekilas terdengar agak aneh, seperti “bahasa alien” atau bahasa suku primitif pedalaman yang nun jauh, itu lah kesan saya ketika mendengar perbincangan sekelompok teman sewaktu duduk di bangku SMA sepuluh tahun yang lalu. Namun, ini hanyalah bentuk kreativitas saja dengan mengotak-atik kata hingga terdengar unik, saya pun enggan melawatkannya, dan tertarik mempelajari bahasa ini kepada mereka. Saat ini kami cukup fasih dan cepat dalam berkomunikasi menggunakan bahasa ini, “uyan lumanang umpang ganang unang geuning”, dengan logat jampang yang meliuk-liuk, membuat orang kebingungan akan apa yang kami bicarakan.

Bahasa ini ternyata bukan hal yang baru, sejumlah orang tua, salah satunya nenek saya bisa menuturkannya. Setidaknya bahasa ini sempat dikenal dikalangan remaja Pajampangan dahulu. Saya tidak tahu entah bahasa ini berasal dari mana dan digunakan untuk apa. Bahasa Uwa Unang saat ini sangat jarang atau bahkan sudah dilupakan oleh masyarakat Jampang sendiri. Namun bukan halangan untuk menuliskannya, supaya bisa dipelajari kembali keunikan ini.

Bahasa ini adalah dialek yang dituturkan dengan memodifikasi kosakata bahasa Sunda Pakidulan, khususnya daerah Jampang (Priangan selatan), bisa juga pada bahasa Indonesia  atau bahasa daerah lainnya. Contoh penggunaannya dalam kata“weugah” yang memiliki arti “ogah” menjadi “ugah weunang”, “kaluman” yang berarti tidak memiliki tujuan, menjadi “uman kalunang”.

sekarang kita lihat bagaimana cara kerja dasarnya, walakin agak rumit ketika dirumuskan, akan tetapi mudah apabila sudah dibiasakan. Kita pilih contoh kata “Kaluman” yang terdiri dari tiga silabel yaitu Ka-lu-man, pada suku kata terakhir yakni “Man” yang akan dimodifikasi, caranya seperti ini, huruf konsonan pada silabel terakhir dipindahkan ke depan dan menyisakan huruf vokal saja. Huruf konsonan yang telah dipindah ke depan diisi oleh huruf U di depan dan A di antara huruf konsonan tersebut sehingga menjadi silabel baru,  yaitu u-man, huruf vocal yang tertinggal diisi oleh huruf konsonan n dan ng menjadi n(a)ng. Kaluman dalam bahasa Uwa Unang menjadi Uman-Kalunang,

Bagaimana pada kata yang memiliki silabel akhir tanpa huruf konsonan, atau huruf vocal lebih banyak dari pada huruf konsonan (hv>hk) misal, seperti Cai silabelnya terdiri dari Ca-i.  Suku kata terakhir tanpa huruf konsonan, dibiarkan saja jadi ua, dan tetap di tambah n+(h.v.a)+ng, (h.v.a adalah Huruf Vocal Akhir), jadi Cai dalam bahasa Uwa Unang, menjadi Ua-Caning.

Sementara itu, pada kata yang memiliki huruf konsonan lebih banyak dari pada huruf vocal (hv<hk), seperti Camplang penentuan silabelnya menjadi Ca-Mplang. Silabel pertama Ca, dan silabel terakhir Mplang, dalam bahasa Uwa Unang Camplang menjadi Umplang Canang.

uwa unang

Namun bahasa Uwa Unang tidak merubah imbuhan di depan (prefiks) seperti “di”, “ti”, dan “ka” baik pada kata kerja ataupun keterangan tempat dan waktu.

Contoh prefiks di: (1) “di kulah” menjadi “di ulah kunang”.  (2) “di-tajong” menjadi “di ujang tanong”.

Contoh prefiks ti: (1) Ti Banung, menjadi ti unang banung. (2) ti-jalikeuh menjadi “ti ukah jalineung”.

Contoh prefiks ka: ”(1) Ka Jampang, menjadi ka umpang janang. (2) Ka-seureud menjadi “ka urad seuneung”.

Berikut juga imbuhan di akhir, sufiks, seperti keun

Contoh sufiks keun: di-golepak-keun, menjadi di upak-golenang keun.

Selain bahasa “Uwa Unang” terdapat juga bahasa “Uwa Udar”, cara kerjanya hampir sama Cuma konsonan n-ng nya diubah dengan d-r. Seperti buku dalam bahasa Uwa Unang menjadi uka bunung, sementara itu dalam bahasa Uwa Udar menjadi uka budur. Begitu unik ragam bahasa per-uwa-an yang pernah ada di Tanah Jampang.

Disebut sebagai bahasa Uwa Unang karena hanya kata unang yang tidak berubah, apabila dialihbahasakan dalam bahasa tersebut menjadi unang-unang. Begitupun kata udar dalam bahasa Uwa Udar. Sementara kata Uwa sendiri berasal dari rumus pengubah huruf vokal di depan, u dan a.

Bahasa Uwa Unang bisa digunakan untuk berinteraksi dan mengidentifikasi diri. pertanyaan saya, apakah ini ada kaitannya dengan para pejuang tempo dulu? Dibalik kerumitannya, bahasa ini bisa menjamin kerahasiaan, efektivitas komunikasi sesama pejuang, selain sebagai pengenal kawan dan lawan? Masih misteri.. tetapi, jangan sampe punah ya.!

 

Berikut deretan contoh kata (dipilih secara acak) dalam Bahasa Sunda ke bahasa Uwa Unang yang bisa dipelajari oleh uwa-uwa sekalian. Cekidot wa..

Angur Ungar Anung
Abus Ubas Anung
Angka Ungka Anang
Adi Uda Aning
Aseupan Upan Aseunang
Ajag Ujag Anang
Akeul Ukal Aneung
Buku Uka Bunung
Beas Uas Benang
Buah Uah Bunang
Cai Ua Caning
Cau Ua Canung
Camplang Umplang Canang
Cincin Uncan Cining
Ceuli Ula Ceuning
Cuhcur Uhcar Cunung
Dekah Ukah Denang
Euweuh Uwah Euneung
Entog Untag Enong
Emer Umar Eneng
Getok Utak Genong
Gunung Unang Gunung
Gelap Ulap Genang
Huntu Unta Hunung
Hitut Utat Hinung
Hampura Ura Hampunang
Hayam Uyam Hanang
Hiris Uras Hining
Hihid Uhad Hining
Irung Urang Inung
Inung Unang Inung
Imah Umah Inang
Jampang Umpang Janang
Jaer Uar Janeng
Jahe Uha Janeng
Jampè Umpa Janèng
Ketan Utan Kenang
Kasang Usang Kanang
Kuda Uda Kunang
Kiwari Ura Kiwaning
Kuya Uya Kunang
Kuku Uka Kunung
Lonok Unak Lonong
Lawon Uwan Lanong
Laler Ular Laneng
Lolobi Uba Loloning
Manalika Uka Manalinang
Malaning Unang Malaning
Meong Uang Menong
Nangka Ungka Nanang
Oray Uray Onang
Pelas Ulas Penang
Peda Uda Penang
Pangpung Ungpang Panung
Rusak Usak Runang
Remot Umat Renong
Rageum Ugam Raneung
Suku Uka Sunung
Sirah Urah Sinang
Sinyal Unyal Sinang
Suna Una Sunang
Saha Uha Sanang
Tileum Ulam Tineung
Takokak Ukak Takonang
Uyah Uyah Unang

dikarang oleh Rifaldi Efriansyah

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *